Selasar Si Fakir

kliklah di sini untuk terus menghidupkan blog ini

Catatan Popular

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Ketahui Pagerank Blog Anda

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

tweet twiit

29 Julai 2011

6 Golongan Wanita Malang VS 19 Keistimewaan Wanita




Hujjatul Islam Imam Al Ghazali ada menghuraikan tentang enam golongan wanita yang malang dan 19 keistimewaan wanita...jom kita baca


6 JENIS WANITA MALANG

"Jangan engkau kahwini wanita yang enam, jangan yang Ananah, yang Mananah, dan yang Hananah, dan jangan engkau kahwini yang Hadaqah, yang Baraqah dan yang Syadaqah."

Wanita Ananah:banyak mengeluh dan mengadu dan tiap saat memperalatkan sakit atau buat-buat sakit.

Wanita Mananah:suka membangkit-bangkit terhadap suami. Wanita ini sering menyatakan, "Aku membuat itu keranamu".

Wanita Hananah: menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain, yang dikahwininya sebelum ini atau kepada anaknya dari suami yang lain.

Wanita Hadaqah: melemparkan pandangan dan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya untuk memiliki barang itu dan memaksa suaminya untuk membelinya.

Wanita Baraqah: ada dua makna, pertama yang sepanjang hari mengilatkan dan menghias mukanya, kedua dia marah ketika makan dan tidak mahu makan kecuali sendirian dan diasingkannya bahagiannya.

Wanita Syadaqah: banyak cakap tidak menentu lagi bising.

19 KEISTIMEWAAN WANITA

1. Doa wanita itu lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda, " Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia."

2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang soleh.

3. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah .Dan orang yang takutkan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.



4. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW) di dalam syurga.

5. Barangsiapa membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya) maka pahalanya seperti melakukan amalan bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.

6. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

7. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta sikap bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.

8. Apabila memanggil akan dirimu dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu.

9. Daripada Aisyah r.a." Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka."

10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutuplah pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

11. Wanita yang taat pada suaminya, maka semua ikan-ikan di laut,burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga solat dan puasanya.

12. Aisyah r.a berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?" Jawab Rasulullah SAW "Suaminya." 

"Siapa pula berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah SAW, "Ibunya."

13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta kepada suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.

14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT

memasukkan dia ke dalam syurga terlebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).

15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya,maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.

17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

18. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

19. Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.









26 Julai 2011

Sungguh Indah dan Tak Terjangka!

Fakir menerima satu email dari adik ipar Fakir yang memaparkan foto-foto yang sangat indah, nyaman, damai dan subhanallah cantik sekali. Agak memalukan apabila Fakir sendiri tidak tahu bahawa kawasan air terjun tersebut berada di Kedah Darul Aman, negeri kelahiran Fakir sendiri. Tak luas sungguh pandangan dan pengetahuan Fakir dalam berbagai hal. Jom kita tengok gambar-gambar di bawah ini yang terletak di Sungai Jagong, Kedah katanya.... klik pada gambar untuk saiz yang lebih besar.








21 Julai 2011

Doakan Agar Anak Kecil Ini Segera Sembuh.

Assalamualaikum, kali ini Fakir pautkan posting dari sebuah blog yang berkaitan dengan anak kecil yang sangat comel ini. Fakir sebagai seorang bapa dan sebagai seorang yang sayangkan anak-anak kecil rasa amat terharu apabila membaca posting dari blog gadis comel ini. Fakir tidak mahu berceloteh panjang, hanya Fakir ingin mengajak rakan-rakan pengunjung selasar ini mendoakan agar anak kecil ini segera sembuh dari penyakitnya. Siapa tahu ada doa di antara kalangan kita ini akan dimakbulkan oleh Allah SWT....insyaAllah. Malah seandainya ada yang punya kemampuan dan kepakaran apalah kiranya menyumbangkan kelebihan yang ada itu untuk sesama insan.


Jumat, 06 Mei 2011

Inilah aku...

Namaku panggilanku Shafa, lengkapnya Shafa Azalia Zulkarnain. Aku anak bungsu dari 3 bersaudara yg lahir pada tanggal 30 Desember 2006, Nama papaku Zulkarnain dan mamaku Wina. Kakak pertamaku Nadia telah tiada dikarenakan sakit meningitis di usia 1 tahun 2 bulan dan yg kedua laki2 namanya Naufal. Usianya 12 tahun. Dia sekarang sekolah kelas 6 SD.

Aku memang anak yg sering memiliki masalah dengan kesehatan. Di usia 6 bulan aku sdh dirawat inap di rumah sakit Kramat 128 dg diagnosa slem yg sulit dikeluarkan. Hampir 2 minggu aku dirawat disana. Pada saat usiaku menginjak 3 tahun 4 bulan aku masuk rumah sakit yg sama selama lebih kurang 1 minggu dan dirawat lagi dg indikasi diare. Selepas keluar dari rumah sakit mulailah kondisi kesehatanku kurang baik. Aku mulai sulit makan dan tubuh mulai kurus. Mama dan Papa kembali mambawa aku periksa ke dokter langganan. Aku di rongent dan ada indikasi katanya kena flek di paru2. Aku mulai minum obat bronchitis rutin selama 6 bulan. Kondisiku bulannya membaik malah semakin memburuk. Berat badan turun krn aku kesulitan menelan makanan. Nafasku sering sesak dan fatalnya setelah obat tsb habis malamnya aku sesak hebat.

Tanggal 15 oktober 2010 aku masuk lagi di rumah sakit yg sama. Dokter mendiagnosa aku dg gagal nafas. Secepatnya aku harus diberikan Ventilator yaitu alat bantu nafas yg sayangnya dirumah sakit tersebut tidak ada yg standby. Papaku dan dokter berusaha mencari dan menelpon setiap rumah sakit yg mempunyai ventilator yg standby. Barulah pada tanggal 17 oktober 2010 ada seorang perawat yg memberitahu ke orangtuaku bahwa di Rs. Carolus aku bisa dapat ventilator. Mulailah hari itu aku pindah ke sana. Sorenya kondisiku semakin memburuk, dokter segera memasang alat tersebut. Kedua orangtuaku tampak begitu sedih dan terpukul. Besoknya setelah dipasang alat tsb melalui mulut kondisi sdh sedikit membaik namun aku jadi tidak bisa bicara dan makan. Tiga minggu pertama observasi barulah aku diketahui mengindap penyakit GBS (Guillain Barre Syndrom). GBS juga dikenal sebagai penyakit Autoimun yg mana penyakit tbt menyerang sistem saraf dan otot.

GBS merupakan penyakit langka. Tubuhku sendiri diserang penyakit tsb pada bagian otot pernafasan. Selama satu bulan selang tsb dipasang di mulut melalui tenggorokan. Dokter menyatakan bahwa hal ini tidak diperbolehkan terus menerus terpasang melalui mulut. Maka setelah itu aku mulai dioperasi trakheastomi yaitu melubangi leher diatas dada untuk pemasangan selang ventilator. Demikian ceritaku. Sampai tulisan ini dibuat aku masih tetap berada di ruang icu. Entah sdh berapa ratus juta orangtuaku mengeluarkan biaya untuk agar aku tatap bisa dirawat. Saat inipun mereka masih menunggak biaya rumah sakit sebesar 100 juta lebih. Entah sampai berapa lama orangtuaku harus terus seperti ini. Aku kasihan dan sayang sekali kepada mereka seperti mereka yg dg ikhlas merawat aku...


Jakarta, April 2011
Shafa Azalia Zulkarnain

Blog Senyum Shafa Di Sini

17 Julai 2011

Tipu Daya Syaitan Terhadap Manusia



Tipu daya syaitan terhadap manusia supaya meninggalkan ibadat kepada Allah ada TUJUH perkara:

Pertama: Syaitan melarang manusia taat kepada Allah. Sedangkan orang-orang yang dipelihara Allah akan menolak ajakannya dan mengatakan: "Aku mengharapkan pahala dari Allah. Untuk itu, aku harus mempunyai bekalan di dunia ini demi akhirat yang kekal."

Kedua: Syaitan sentiasa memujuk manusia agar tidak mentaati Allah. Dia menghasut manusia dengan mengatakan : "Nanti sahajalah, kalau sudah tua nanti barulah, masa masih panjang dan kita masih muda atau sebagainya lagi." Orang-orang yang terpelihara akan menolaknya dengan mengatakan: "Kematianku bukan berada ditanganmu. Jika aku menundakan amalanku hari ini untuk esok, sehingga amal hari esok perlu aku kerjakan. Sedangkan setiap hari aku mempunyai amal berlainan."

Ketiga: Syaitan sentiasa mendorong manusia untuk bersegera dalam melakukan amalan kebaikan. Kata syaitan: "Cepat beramal agar engkau dapat mengejar dan mengerjakan amalan-amalan lain." Orang-orang yang selamat akan menolaknya dengan mengatakan: "Amal yang sedikit tetapi sempurna lebih baik daripada amalan yang banyak tetapi tidak sempurna."

Keempat: Kemudian, syaitan akan menyuruh manusia untuk menjalankan amalan yang baik secara sempurna agar tidak dicela oleh orang lain. Mereka yang dipelihara oleh Allah akan mengatakan: "Bagi saya, penilaian cukup hanya dari Allah Ta'ala dan tidak ada manfaatnya beramal kerana manusia (orang lain)."

Kelima: Setelah itu, syaitan membisikkan pujian kepada orang yang beramal: "Betapa tinggi darjatmu kerana dapat beramal soleh dan betapa cerdik dan sempurnanya dirimu." Mendengar pujian ini, orang yang baik akan mengatakan bahawa: "Semua keagungan dan kesempurnaan itu hanyalah kepunyaan Allah dan bukan kekuatan atau kekuasaanku. Allah yang melimpahkan taufik kepadaku untuk dapat beramal sehingga Dia meredhai dan memberikan pahala yang besar. Sekiranya tanpa kurniaanNya, apalah erti amalanku ini, jika dibandingkan dengan nikmat Allah yang telah diberikan kepadaku, disamping dosaku yang bertimbun pula."

Keenam: Dengan gagalnya jalan kelima, syaitan akan menerapkan cara yang keenam. Cara ini lebih berat jika dibandingkan dengan cara-cara yang terdahulu dan manusia tidak akan menyedarinya kecuali orang-orang yang cerdik dan berfikir. Syaitan berbisik dalam hati manusia: "Bersungguh-sungguhlah engkau beramal dengan sir (kejahatan), jangan sampai diketahui oleh orang lain kerana Allah jualah yang akan memberitahu orang lain bahawa engkau adalah seorang hamba Allah yang ikhlas." Begitulah syaitan mencampur-baurkan amalan seseorang dengan penipuannya yang sangat tersembunyi. Dengan ucapannya itu syaitan bermaksud untuk memasukkan sedikit perasaan riak. Orang-orang yang dipelihara Allah akan menolak ajakannya dengan mengatakan: "Hai malaun (yang dilaknat), engkau tidak henti-henti menggodaku dan merosakkan amalanku dengan pelbagai cara. Dan kini, kau berpura-pura seolah-olah akan memperbaiki amalanku, padahal engkau bermaksud merosakkannya. Aku adalah hamba Allah dan Allah yang menjadikanku. Jika berkehendak, Allah akan menjadikan aku mulia atau hina. Semuanya itu adalah urusan Allah. Aku tidak khuatir, amalanku diperlihatkan atau tidak kepada orang lain, sebab itu bukan urusan manusia."

Ketujuh: Gagal dengan cara itu, syaitan akan meneruskan godaannya dengan cara lain lagi. Dia mengatakan: "Hai manusia, janganlah engkau menyusahkan diri sendiri dengan beramal ibadat kerana jika Allah telah menetapkan kamu sebagai orang yang berbahagia pada hari azali kelak, maka meninggalkan ibadat pun tidak akan memberikan sebarang mudharat. Engkau tetap menjadi orang yang berbahagia dan sebaliknya jika Allah menetapkan kamu sebagai seorang yang celaka, maka tidak ada gunanya engkau beribadat kerana engkau tetap akan celaka." Orang-orang yang dipelihara oleh Allah sudah pasti akan menolak godaan itu dengan mengatakan: "Aku hanyalah hamba Allah. Wajib bagiku menuruti perintahNya. Allah Maha Mengetahui, menetapkan sesuatu dan berbuat apa sahaja sesuai dengan kehendakNya. Walau bagaimanapun keadaanku, amalanku tetap bermanfaat. Jika aku ditetapkan sebagai orang yang berbahagia, aku akan tetap beribadat untuk memperbanyakkan pahala. Sebaliknya, jika aku ditetapkan sebagai orang yang celaka, aku akan tetap meneruskan perbuatan ibadat agar tidak menjadi sebuah penyesalan bagiku. Sekiranya aku masuk neraka, padahal aku taat, itu adalah lebih aku sukai daripada aku masuk neraka kerana melakukan maksiat. Tetapi tidak akan demikian akibatnya kerana janji Allah pasti terbukti dan firmanNya pasti benar."

Allah telah menjanjikan pahala kepada sesiapa sahaja yang taat kepadaNya. Barangsiapa mati dalam keadaan beriman dan taat kepada Allah, dia tidak akan dimasukkan ke dalam neraka, melainkan syurgalah tempatnya. Jadi, masuknya seseorang ke dalam syurga bukan kerana kekuatan amalan yang telah didirikan, tetapi kerana janji Allah yang suci murni dan pasti!!

Kelak, orang-orang yang berbahagia dan beruntung akan mengatakan:

"Segala puji bagi Allah yang membuktikan janjiNya dengan syurga."

Semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepada kita. Sesungguhnya dalam mentaati Allah, terlalu banyak godaan dan tipu daya syaitan yang perlu kita lalui. Bandingkan segala permasalahan dan perbuatan kepada keadaan tersebut dan pohonlah perlindungan Allah Ta'ala agar terlindung dan terpelihara dari kejahatan syaitan. Sesungguhnya segala sesuatu itu berada di bawah kekuasaan Allah dan kepadaNyalah kita mengharapkan taufik dan keredhaan.

"Tiada daya untuk meninggalkan maksiat dan tidak ada kekuatan untuk mengerjakan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Luhur dan Maha Agung."

rujukan/sumber :Minhajul Abidin Oleh Imam Ghazali 

11 Julai 2011

Khasiat Peria Katak

frames

Peria sejenis sayuran yang tidak ramai yang gemar memakannya kerana rasanya yang pahit namun peria katak tidaklah begitu pahit walaupun dijadikan ulam-ulaman.Peria katak, warnanya lebih hijau dari peria biasa dan bersaiz kecil. Ketahuilah bahawa disebalik kepahitan peria terdapat banyak khasiat yang hebat yang mampu mengawal atau menyembuhkan sesuatu penyakit.


Nama botaninya Momordica charantia dan dalam bahasa Inggeris dikenali sebagai bitter gourd, bitter melon, balsam pear atau balsam apple. Orang Melayu tidak ramai yang gemar memakannya tetapi seandainya kita ke kedai nasi kandar pasti kita akan temui peria dalam menu masakan mereka yang lebih tertumpu kepada sejenis sayur yang digoreng kering.

Berbalik kepada khasiat peria dan peria katak, sayuran herba ini mempunyai banyak khasiat untuk tubuh badan kita. Setiap 100gm peria mengandungi 92.4 peratus lembab, protein 1.6 peratus, lemak 0.2 peratus, mineral 0.8 peratus, fiber 0.8 peratus dan karbohidrat 4.2 peratus.

Sejak zaman purba lagi peria digunakan untuk merawat kencing manis. Di akhir-akhir ini ada doktor dari England telah membuat penyelidikan untuk mencari nilai saintifiknya. Hasilnya mereka menemui hypoglycemic atau insulin. Seterusnya mereka mencipta plantinsulin untuk mengurangkan kandungan gula dalam darah dan air kencing.

Kaedah yang paling mudah untuk merawat penyakit ini ialah dengan meminum jus yang di ambil daripada empat atau lima biji peria pada setiap pagi. Bijinya yang dihancurkan boleh dicampurkan ke dalam makanan. Sekiranya tidak mahu meminum jusnya, penghidap diabetes juga boleh meminum air rebusan beberapa potang peria ataupun menggunakannya dalam bentuk serbuk. Bagi Fakir, lebih berselera dengan menjadikannya ulam-ulaman yang dicicah dengan sambal belacan. Apatah lagi bila dimakan waktu tengahari memang menyelerakan.

Daunnya pula sangat berkesan untuk merawat buasir. Caranya ialah dengan mencampurkan jus yang boleh diperolehi daripada daunnya ke dalam segelas susu. Ia hendaklah di minum setiap pagi selama sebulan untuk merawatnya. Akarnya yang telah di hancurkan pula di gunakan untuk disapukan ke tempat buasir.

Jika menghadapi masalah darah kotor seperti bisul, kudis buta, rasa gatal dan lain-lain masalah, fungus peria boleh mengatasinya dengan cara mencampurkan segelas jus peria dan satu sudu kecil jus limau. Ia hendaklah diamalkan sedikit demi sedikit dalam jangkamasa empat ke enam bulan. Masalah ketagihan alkohol juga boleh diatasi dengan meminum air daripada daunnya. Ia juga boleh mengatasi masalah hati kesan daripada pengambilan alkohol.


Peria katak sering digunakan dalam masakan Cina disebabkan rasanya yang pahit. Sayur ini biasanya digoreng, sering dengan daging. Peria Katak juga biasa digunakan untuk sup, dan sebagai teh.

Pokok peria katak banyak ditanam di seluruh India dan Pakistan di mana karela chip dimakan dengan penuh nikmat. Peria ini juga digunakan sebagai kuah sambar di India selatan ataupun disumbatkan dengan bawang dan tomato berempah serta digoreng. Di India Utara dan Pakistan, peria dimakan, baik dengan daging kisar atau kekacang yang disumbat, mahupun sebagai tambahan untuk makanan daging atau kekacang.

Peria katak jarang digunakan di tanah besar Jepun, tetapi merupakan satu bahan yang penting dalam masakan Okinawa.

Sayur ini digunakan untuk berbagai-bagai makanan di Filipina. Satu makanan yang popular di kawasan Ilocos di Filipina ialah pinakbet yang terdiri terutamanya daripada peria katak, terung, okra, kacang buncis, tomato dan pelbagai sayur-sayuran tempatan yang direndidih dengan air rebusan berdasarkan bagoong.

Tunas dan daun muda Peria Katak juga dimakan sebagai sayur-sayuran. Bijinya yang manis juga boleh dimakan, tetapi diketahui boleh menyebabkan muntah dan sakit perut.


Peria katak juga mempunyai pelbagai kegunaan sebagai ubat tradisional di sekeliling dunia, serta berpotensi untuk merawat jangkitan HIV. Dalam perubatan Ayurveda India, Peria Katak sering diperlihatkan sebagai sejenis "insulin tumbuhan" dan oleh itu, amat disyorkan untuk pesakit kencing manis. Di Filipina, teh peria katak digunakan dengan amat berjaya untuk merawat kencing manis dan kawalan gula darah bagi orang miskin.

Rasa pahit peria katak datangnya daripada kandungan kuinin yang tinggi dan secara kebetulan, telah dianggap oleh orang-orang Asia, serta Panama dan Columbia, sebagai bahan untuk mencegah dan merawat demam malaria.


Sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan banyak penawar dan khasiat di dalam peria malah ianya mampu diperolehi oleh sesiapa sahaja dan sesungguhnya juga apa yang telah dicipta oleh Allah SWT mempunyai hikmah yang amat besar.Sememangnya tiada apa jua yang sia-sia dalam ciptaanNya , samada yang melata di atas bumi , yang terbang di udara , manusia , tumbuh-tumbuhan dan sebagainya....wallahualam.

Maka hendaklah insan itu memperhatikan makanannya .Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit) , kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya.Lalu Kami tumbuhkan biji-bijian dari bumi itu , anggur dan sayur-sayuran , zaitun dan pohon kurma , kebun-kebun (yang lebat) dan buah-buahan serta rumput-rumputan , untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakanmu.

                                                                                              (Ayat 24-32 , Surah ‘Abasa)



04 Julai 2011

5 Kesanggupan Jika Ketagih Nak Bermaksiat




Suatu hari ada seorang lelaki yang menemui Ibrahim bin Adham. Ibrahim bin Adham atau nama asalnya ialah Abu Ishaq Ibrahim bin Adham dilahirkan daripada keluarga bangsawan Arab yang kaya raya. Beliau terkenal sebagai seorang raja Balkh yang sangat luas wilayah kekuasaannya. Ke mana saja pergi, beliau akan diiringi empat puluh bilah pedang emas dan empat batang tongkat kebesaran emas diusung di depan dan belakangnya. Nama beliau berada dalam tinta sejarah daripada seorang raja yang masyhur kepada ahli sufi yang terkenal dan besar lagi zuhud. Begitulah kehidupan seorang raja Balkh yang bernama Ibrahim bin Adham yang luas pemerintahannya dan hidup di dalam kemewahan, tetapi akhirnya berkelana menjadi ahli sufi yang terkenal. Baginda menemui Allah Subhanahu wata’ala pada tahun 165H/782M di negeri Persia.


Ok berbalik kepada lelaki yang pergi menemui Ibrahim bin Adham.Dia berkata, "Wahai Abu Ishaq! Selama ini aku gemar bermaksiat. Tolong berikan aku nasihat." Setelah mendengar perkataan tersebut Ibrahim berkata, "Jika kamu mahu menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka boleh kamu melakukan maksiat." Lelaki itu dengan tidak sabar-sabar bertanya. "Apakah syarat-syarat itu, wahai Abu Ishaq?"


Ibrahim bin Adham berkata, "Syarat pertama, jika kamu bermaksiat kepada Allah, jangan memakan rezekinya." Mendengar itu dia mengernyitkan kening seraya berkata, "Dari mana aku mahu makan? Bukankah semua yang ada di bumi ini rezeki Allah? "Ya!" tegas Ibrahim bin Adham. "Kalau kamu sudah memahaminya, masih mampukah memakan rezekinya, sedangkan kamu selalu berkeinginan melanggar larangan-Nya? "


"Yang kedua," kata Ibrahim, "kalau mahu bermaksiat, jangan tinggal di bumi-Nya! Syarat ini membuat lelaki itu terkejut setengah mati. Ibrahim kembali berkata kepadanya, "Wahai Abdullah, fikirkanlah, apakah kamu layak memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sedangkan kamu melanggar segala larangan-Nya? "


"Ya! Anda benar." kata lelaki itu. Dia kemudian menanyakan syarat yang ketiga. Ibrahim menjawab, "Kalau kamu masih mahu bermaksiat, carilah tempat tersembunyi yang tidak dapat terlihat oleh-Nya!" Lelaki itu kembali terperanjat dan berkata, "Wahai Ibrahim, ini nasihat macam mana? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?" "Ya, kalau memang yakin demikian, apakah kamu masih berkeinginan melakukan maksiat?" kata Ibrahim. Lelaki itu mengangguk dan meminta syarat yang keempat.


Ibrahim melanjutkan, "Kalau malaikat maut datang hendak mencabut rohmu, katakanlah kepadanya, 'Ketepikan kematianku dulu. Aku masih mahu bertaubat dan melakukan amal soleh'." Kemudian lelaki itu menggelengkan kepala dan segera tersedar, "Wahai Ibrahim, mana mungkin malaikat maut akan memenuhi permintaanku? "


"Wahai Abdullah, kalau kamu sudah meyakini bahawa kamu tidak boleh menunda dan mengundurkan datangnya kematianmu, lalu bagaimana engkau boleh lari dari kemurkaan Allah?"


"Baiklah, apa syarat yang kelima?" Ibrahim pun menjawab, "Wahai Abdullah kalau malaikat Zabaniyah datang hendak mengiringmu ke api neraka di hari kiamat nanti, jangan engkau ikut bersamanya."


Perkataan tersebut membuat lelaki itu insaf. Dia berkata, "Wahai Abu Ishaq, sudah pasti malaikat itu tidak membiarkan aku menolak kehendaknya. " Dia tidak tahan lagi mendengar perkataan Ibrahim. Air matanya bercucuran. "Mulai saat ini aku bertaubat kepada Allah." katanya sambil terisak-isak.


sumber: Tazkirat al-Aulia karangan Farid ad-Din Attar, Mukhtashar ar-Raudah ar-Rauyyahin Fi Manaqib as-Salihin karangan Abu Mazaya al-Hafiz.

01 Julai 2011

Makbul - Ternyata Sebuah Drama Yang Hebat





Fakir bukan orang yang pandai dalam memberi komen-komen apatah lagi mengkritik sesebuah filem atau drama, Fakir hanya ingin menyatakan rasa kepuasan dalam menonton drama bersiri hebat ini. Sebagai seorang yang dah agak berumur dan acapkali bersama keluarga diwaktu malam seandainya tidak bekerja atau tidak terlibat dengan aktiviti-aktiviti luar bersama persatuan atau sahabat handai sudah tentulah akan menghabiskan masa menonton tv bersama. Kali ini Fakir rasa amat berminat dengan sebuah drama yang berjudul Makbul - Sebuah Cerita Tentang Doa yang sedang ditayangkan di TV2 pada setiap khamis-jam 9 malam.




Sudah lama Fakir "ketagih" dengan drama-drama berunsur keagamaan dan bertaut rapat dengan suasana ala-ala kampung, dengan menonton drama Makbul ini timbul rasa kepuasan, apatah lagi didokong pula oleh para pelakon yang ternyata hebat dan dapat membawa watak dengan penghayatan yang padu ditambah dengan dialog dalam bahasa Kedah menambahkan lagi minat Fakir. Sudah jelak rasanya kalau mata disogok dengan kisah-kisah cinta korporat, skandal sana-sini, lambakan kisah-kisah hantu yang tidak ketahuan punca memualkan anak tekak kalau dipaksa-paksa menontonnya.




Ternyata penerbit drama bersiri ini iaitu Asri Alias telah berjaya melarikan kebiasaan unsur-unsur yang sama dalam setiap drama yang dimainkan di mana-mana stesen tv. Drama yang tinggi mutunya kerana didalam ingin menyampaikan mesej bahawa hebatnya sesuatu doa dan semua rahsia ketentuan hanya milik Allah SWT jua namun ianya tetap santai dan kita akan terus terhibur hingga ke penghujung episod. Diselit dengan unsur-unsur komedi dari watak-watak tertentu dan dari skrip yang kuat oleh Zabidi Mohamed membuatkan kita terasa benar-benar santai untuk menontonnya dan terus menanti episod mendatang.


Semua karektur di dalam drama bersiri ini dijayakan dengan begitu berkesan dan hidup sekali. Bermula dengan karektur dari pelakon veteran hinggalah kepada para pelakon cilik semuanya memang berjaya menghayati watak. Gandingan hebat pelakon lama dan baru seperti Datuk Jalaluddin Hassan sebagai Anuar, Kartina Aziz (Jamiah), Yushazizi Yusof (Bol), Zakaria Yusoff (Pak Aji), Mubarak Majid (Ustaz Rahim) dan Zulkifli Ismail (Datuk Borhan).

Tidak ketinggalan bantuan pelakon-pelakon lain yang membintanginya seperti Fathil Dani (Imam Rosdi), Khatijah Tan (Hajah Tam), Prof. Dr Samad Salleh (Penghulu), Badrul Munir Md Isa (Haji Salim), Bustamam Haron (Haji Badar), Wan Maimunah (Rosnah), Isa Mean (Burn) dan Kazar (Jamil).



Alangkah baiknya kalau drama ini disiarkan oleh RTM pada bulan Ramadhan nanti, sudah tentu ianya akan menjadi bertambah menarik lagi. Atau setidaknya RTM akan mengulang tayang sekali lagi di musim puasa mendatang nanti.


Sinopsisnya berkisar tentang seorang kontraktor berjaya, Anuar yang kurang mempercayai keberkatan doa dalam kehidupan harian. Bagi Anuar, kejayaan diraihnya kini bersandarkan kegigihan, usaha serta kebijaksanaannya mencari peluang.
Namun, di kampung dia sekeluarga menetap, tinggal seorang pemuda lurus bendul yang sering dibuli, Bol yang sentiasa rajin berdoa. Malah, Bol menyimpan impian untuk menziarah makam Rasulullah s.a.w di Tanah Suci ketika mengerjakan umrah.

Di saat Anuar diuji dengan masalah yang melanda perniagaannya, Anuar terbuka hati menaja seramai 12 orang kampung mengerjakan umrah. Tujuannya, supaya mereka yang ke Tanah Suci itu dapat mendoakan dia mendapat kelulusan pinjaman bank.



Saksikanlah sendiri drama bersiri ini untuk mengetahui cerita selanjutnya kerana Fakir rasa drama ini sudah hampir ke penghujungnya seminggu dua lagi. Tahniah buat penerbit Asri Alias, penulis skrip Zabibi Mohamed dan team produksi dalaman RTM yang telah membikin sebuah drama hebat seperti ini.