Selasar Si Fakir

kliklah di sini untuk terus menghidupkan blog ini

Catatan Popular

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Ketahui Pagerank Blog Anda

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

19 April 2019

Dimanakah nilai ketenangan dan damainya hati kita?



      Menderita adalah hal yang paling dihindari oleh manusia. Dan kebahagiaan merupakan dambaan setiap insan. Penderitaan sebagai raut kesedihan mewakili banyaknya masalah hidup yang terjadi. Sedangkan kebahagiaan adalah wajah kedamaian dan ketenangan dalam jiwa seseorang. Jadilah kehidupan ini sebagai pergelutan menghidari penderitaan, dan mencari kebahagiaan.

Kebahagiaan juga merupakan kualiti keadaan fikiran atau perasaan yang diisi dengan kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan. Sedangkan penderitaan adalah kelompok negatifnya perasaan dan fikiran yang mengganggu kedamaian jiwa. Para filsuf dan pemikir agama telah sering mendefinisikan kebahagiaan dalam kaitan dengan kehidupan yang baik dan tidak hanya sekadar sebagai suatu emosi.

Fakir dan sahabat-sahabat semua pasti ingin merengkuh kebahagiaan. Bukankah itu salah satu alasan mengapa kita masih terus hidup hingga saat ini. namun kenyataannya kebahagiaan itu datang dan pergi begitu cepat. sifatnya hanya sementara waktu.Pagi kita bahagia, berkemungkinan dikala petang kita dirundung derita dan kesedihan
Tapi apakah benar bahagia tidak mampu kekal dalam hidup ini?, tentu itu sangat tergantung dengan cara kita menghadapi hidup ini. hidup ini pilihan, jika kita memilih jalan kebenaran, bahagialah yang dicapai, namun jalan salah yang kita pilih maka sengsaralah yang diperolehi.

Menurut penelitian oleh David B Larson dan pasukannya dari the American National Health Research Center [Pusat Penelitian Kesehatan Nasional Amerika], perbandingan antara orang Amerika yang taat dan yang tidak taat beragama telah menunjukkan hasil yang sangat mengejutkan. Sebagai contoh, dibandingkan mereka yang sedikit atau tidak memiliki keyakinan agama, orang yang taat beragama menderita penyakit jantung 60% lebih sedikit, tingkat bunuh diri 100% lebih rendah, menderita tekanan darah tinggi dengan tingkat yang jauh lebih rendah, dan angka perbandingan ini adalah 7:1 di antara para perokok.

Ibadah dan keimanan kepada Allah memiliki lebih banyak pengaruh baik pada kesihatan manusia daripada keimanan kepada apa pun yang lain.
Dalam sebuah pengkajian yang diterbitkan dalam International Journal of Psychiatry in Medicine, sebuah sumber ilmiah penting di dunia kedoktoran, dilaporkan bahawa orang yang mengaku dirinya tidak berkeyakinan agama menjadi lebih sering sakit dan mempunyai masa hidup lebih pendek. Menurut hasil penelitian tersebut, mereka yang tidak beragama berpeluang dua kali lebih besar menderita penyakit usus-lambung daripada mereka yang beragama, dan tingkat kematian mereka akibat penyakit pernafasan 66% lebih tinggi daripada mereka yang beragama.

Ayuh kita renungkan firman Allah ini - Allah berfirman, “ Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka . Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (al-An’am(6):32).

Mereka lalai akan perintah Allah, diakibatkan oleh kesenangan dunia. Allah berfirman,” Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendakiNya tanpa batas.(al-Baqarah(2):112).

Terdapat banyak masalah yang tiada jalan keluar(mungkin tiada penyelesaian yang cepat).Kita selalu ingin hidup bahagia di dunia ini seolah-olah seperti di syurga, mempunyai kehidupan yang mudah, serta tidak mempunyai masalah. Hidup aman dan dijauhi sebarang perkara buruk.

Tetapi keinginan kita untuk mengecap kebahagian sempurna dan sejati tidak akan menjadi kenyataan dalam kehidupan ini, kerana itu bukanlah tujuan hidup ini.

Selagi kita wujud di dunia ini, jangan terkejut dengan hadirnya kesedihan.
— Ibn Ata Allah al-Iskandari

Allah, Segala Puji-pujian kepada-Nya, Yang menciptakan makhluk untuk menyembah-Nya, dan itulah tujuan mereka, seperti yang Dia katakan: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah Aku” [Quran 51:56]. 

Sudah jelas bahawa penghambaan dan ibadah yang sempurna yang diperlukan manusia tidak dapat dicapai di Rumah Kebahagiaan [Syurga], tetapi hanya dapat dicapai di rumah penderitaan dan ujian.
— Ibn al-Qayyim

Kehidupan dunia diciptakan sebagai tempat ujian. Orang bijaksana harus membiasakan dirinya dengan penuh kesabaran.
— Ibn al-Jawzi

Kita ingin melepaskan diri di dunia ini daripada semua kegelisahan dan kekecewaan serta kesulitan yang sedikit. Kita bercita-cita hidup dalam dunia yang penuh kedamaian dan sempurna. Tetapi kemahuan ini adalah silap dan tidak mungkin dicapai di dunia ini.Sekalipun kita memperoleh kekayaan yang hebat,memiliki rumah yang besar, dan mencari pasangan hidup yang jelita. Percayalah semua itu bukanlah kekal dalam hidup ini. Semua kegembiraan ini pasti akan hilang dalam masa beberapa hari. Maka dikala itu masalah akan mula kembali menghantui kita.

Disinilah pentingnya muhasabah diri. Merenung kembali sedalam-dalamnya setiap apa yang terjadi dalam kehidupan seharian kita sehari-hari. Pasti kita akan ketemu jawapannya disitu.

Jangan mudah termakan dan mengalah dengan situasi buruk serta kata-kata yang negatif daripada orang lain. Tidak ada seorang pun yang mampu meneka dengan pasti apa dalam hati kita. Bahkan kadangkala kita pun tidak dapat memahami apa yang ada didalam hati kita sendiri. Apa yang dilihat di luar belum tentu itu mencerminkan apa yang ada di dalam hati. Bukan bererti perlu hipokrit tetapi kadang – kadang orang lain tidak perlu tahu apa yang sebenarnya kita rasakan saat itu. Oleh itu pekakkan telinga terhadap kata-kata negatif terhadap kita. Jadilah diri kita sendiri, kerana yang lebih memahami diri kita adalah diri sendiri.

Penyucian dan pembersihan jiwa memerlukan rawatan yang sifatnya rohaniah. Kekuatan dalaman diri manusia menjadi sesuatu yang paling utama untuk diperkukuhkan supaya kekuatan rohaniah menjadikan asbab semakin dekat dan hampir kepada ALLAH SWT.

Ia selari dengan maksud hadis Rasulullah SAW mengisahkan dalam diri manusia ada seketul daging. Baik daging itu baiklah diri manusia dan begitu juga jika sebaliknya berlaku. Baik dan tidak baik merujuk kepada akhlak manusia yang merupakan natijah daripada pekerjaan hati.

Hati manusia mudah tercemar dengan runtunan hawa nafsu dan hasutan syaitan dan iblis. Ia menyebabkan manusia hilang fitrah diri dan hatinya cenderung kepada perkara-perkara yang mungkar. Tumpuan yang menjadi pertimbangan dalam hidup ialah kepuasan zahiri bukannya batini. Ia menyebabkan gelagat manusia tidak lagi makruf dan berada dalam keadaan berdosa.

Sifat-sifat terpuji disandarkan kepada keyakinan yang tinggi terhadap kehadiran Allah yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Itulah kayu ukur atau pedoman terbaik menjadikan manusia insaf dan sentiasa bergantung harap dan redha dengan segala ketentuanNYA.

Pada pemikiran fakir yang dangkal ini, kita harus setiap hari menyatakan taubat mohon keampunan Allah, bersyukur dengan segala yang telah dan sedang Allah aturkan untuk kita, walau seperit apa pun yang sedang kita hadapi. Jangan sesekali mempertikaikan kerjabuat Allah dan perbanyakanlah berselawat keatas Rasulullah SAW untuk lebih mengenali diri. Inilah formula paling besar untuk mencapai tenangnya hati dengan penuh kedamaian yang tak terucapkan. Bila kita belajar untuk redha dengan segala ketentuan Ilahi, insyaAllah Allah juga akan meredhai kita.Hadapi masalah hidup dengan tenang walau masih belum menemukan jalan keluar.


 Wallahu’alam.

اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مَوْلاَنَا مٌحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ فِي كٌكِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَمَا وَسِعَهُ عِلْمُ اللهِ