Selasar Si Fakir

kliklah di sini untuk terus menghidupkan blog ini

Catatan Popular

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Memuatkan ...

Ketahui Pagerank Blog Anda

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

tweet twiit

01 Januari 2012

NASIHAT LUQMAN AL HAKIM KEPADA PUTERANYA



Segala puji bagi Allah SWT, selawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, sahabat, keluarga serta orang-orang yang masih berittiba' (mengikuti) kepada beliau sampai hari kiamat.

1. Tidak menyekutukan Allah.

Sebesar-besar kezaliman dan kemungkaran adalah menyekutukan Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT "Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".(Q.S. Luqman:13)

Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik, kecuali ia bertaubat dan meninggalkan perbuatannya. Sesungguhnya hanya Allah sajalah yang berhak untuk disembah (Allahu mustahiqqul 'ibaadah). Dialah yang berhak diminta pertolongan. Hanya kepadaNyalah segala urusan diserahkan, takut (khouf), berharap (raja') hanya layak ditujukan kepada Allah swt, bukan kepada yang lainnya

2. Berbuat baik kepada kedua orang tua.

Firman Allah SWT.
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua ibubapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyusunya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua ibu bapamu, hanya kepadaKulah kembalimu."( QS.Luqman: 14)

Di dalam riwayat Bukhari, Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat:
"Amalan apakah yang dicintai oleh Allah ?Beliau menjawab: Solat pada waktunya, ia bertanya lagi: Kemudian Apa ?, Beliau menjawab: berbuat baik kepada orang tua, .Ia bertanya lagi: kemudian apa?, Belau menjawab: Jihad di jalan Allah" (shahih Bukhari V/2227, hadits No.5625)

3. Ketaatan kepada kedua orang tua harus dilandasi oleh ketaatan kepada Allah;

Kerana tidak boleh taat kepada keduanya dalam rangka berbuat maksiat kepada Allah, lebih-lebih lagi menyekutukan Allah ( syirik ). Allah berfirman "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik"(QS. Luqman: 14).

4. Mengikuti jalan orang-orang yang kembali kepada Allah SWT

Firman Allah SWT
Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu, kemudian hanya kepadaKulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS. Luqman: 15)

Di sini Luqman memberikan sebuah nasihat kepada anaknya agar ia mengikuti jejak orang-orang yang kembali kepada Allah SWT iaitu para nabi dan rasul serta orang-orang yang beriman dan beramal soleh, yang selalu bertaubat kepada Allah SWT, yang telah diberi Allah SWT hidayah, iaitu tetap dalam agama yang hanif yakni Islam.

5. Allah akan membalas semua perbuatan manusia.

Firman Allah swt :
(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(Q.S: 16)

"Maka Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula". (QS. Al Zalzalah: 7-8).

6. Menegakkan solat.

Solat adalah tiang agama, sehingga ia tidak akan tegak tanpa solat. Maka sebagai seorang yang beriman kita diwajibkan menegakkannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Luqman ayat 17 yang berbunyi :

"Hai anakku, dirikanlah solat …"

Solat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah SWT.

…"Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya solat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." (QS. Al 'Ankabuut: 45)

7. Amar Ma'ruf nahi Munkar.

Ada dua komponen penting dalam Islam yang memberikan sebuah dorongan yang kuat kepada setiap muslim untuk mendakwahkan agama yang dianutnya, yaitu Amar ma'ruf nahi mungkar (memerintahkan berbuat kebajikan dan mencegah yang mungkar). Perintah untuk beramar ma'ruf nahi mungkar sangat banyak di dalam Al Qur'an seperti :

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung".(QS. Ali Imran:104).

8. Bersabar terhadap apa yang menimpa kita.

Sesungguhnya segala cubaan yang menimpa seorang muslim itu adalah merupakan sesuatu yang mesti terjadi kerana itulah bentuk ujian (iktibar) dari Allah SWT, apakah ia sabar atau tidak ?, firman Allah SWT.

"Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)."(QS. Luqman:17)

9. Tidak Menyombongkan diri

Sifat takabbur atau merasa besar dihadapan manusia adalah sifat yang dibenci oleh Allah SWT.

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (kerana sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."

10. Bersikap pertengahan dalam segala hal dan berakhlaq yang baik

Islam tidak menghendaki sikap "Ghuluw" (berlebih-lebihan) juga tidak menginginkan untuk bersikap "tahawun" (meremehkan) dalam segala hal termasuk juga dalam perkara-perkara yang menurut penilaian sebagian orang dianggap kecil seperti sikap berjalan, berbicara dsb. Allah SWT mengatur itu semua sebagaimana firmanNya:

"Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keldai."

Manusia akan mempunyai nilai jika menampakkan akhlaq yang baik, kerana tujuan diutusnya Rasulullah SAW selain untuk menyeru kepada Allah ( Ad-dakwah ilallah) adalah untuk menyempurnakan Akhlaq dan budi pekerti.

Sumber: Aminuddin
Sumber : Tafsir Ibnu Katsir

Tiada ulasan:

Catat Ulasan